Gaji Honorer Tamatan SMA Rp600 Ribu, Apa Honorer Disuruh Makan Nasi dan Garam?

Infoguru - Wacana Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH yang memutuskan untuk melakukan penyesuaian gaji dan memotongnya hingga 50 persen mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Penyesuaian gaji yang dimaksud adalah untuk honorer tamatan SMA sederajat hingga D3 yang bekerja menangani administrasi kantor (bukan petugas lapangan) terjadi penyesuaian gaji menjadi Rp600 ribu perbulan.

Keputusan Bupati Adil tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya saat ini Kepulauan Meranti mengalami defisit anggaran keuangan daerah yang mencapai Rp200 miliar lebih, kondisi itu semakin diperburuk dengan banyaknya hutang daerah yang harus dibayarkan kepada pihak ketiga.



Tanggapan kali ini datang dari anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Sopandi Rozali. Dia mengungkapkan bahwa pengurangan gaji honorer menjadi Rp600 ribu menurutnya sangat tidak layak dan perlu dipertimbangkan.

"Polemik honorer di Kepulauan Meranti tak pakai berkesudahan, padahal masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan di kabupaten termuda di Propinsi Riau ini. Kalau sempat gaji honorer SMA 600 ribu perbulannya, apa honorer suruh makan nasi dan garam?, apalagi daerah kita daerah berpulau jarak tempuh tempat kerja yang sangat jauh dan kondisi jalan yang belum memadai, dan ada yang memakai kendaraan laut (kempang) untuk menuju ke tempat kerja, itu. harus dipikirkan sematang-matangnya," ungkap anggota Komisi I itu.

Ia sangat mendukung jika bupati mengeluarkan honorer fiktif yang tidak sesuai data Badan Kepegawaian Daerah (BKD), tapi menurutnya pula dengan mengurangi gaji honorer sama memberhentikan tenaga honorer tamatan SMA secara perlahan-lahan.

"Contohnya tenaga honorer sebagai TU (tata usaha) di beberapa sekolah atau instansi di daerah Rangsang Pesisir, rata-rata tenaga TU tamat SMA, kalau memang dengan gaji 600 ribu perbulan, coba kita cermati dengan kondisi jalan yang sangat parah, ada yang sudah bekerja sejak zaman Pemerintahan Bengkalis dulu. Saya minta bapak bupati coba kaji ulang lagi, dan mari kita duduk semeja membahas masalah kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti ini," kata pemuda asal Desa Bokor itu.

Sopandi juga menambahkan, dengan digaji Rp600 ribu nantinya, banyak honorer yang sudah mempunyai menjadi tulang punggung keluarga akan semakin sulit untuk menafkahi keluarga mereka, ditambah kondisi perekonomian masyarakat saat ini.

"Saat ini kondisi ekonomi sedang sulit, barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari saja harganya sudah mahal, apakah yakin dengan Rp600 ribu nantinya mereka para honorer bisa keluar dari zona nyaman dalam menafkahi keluarga mereka. Jika tidak bisa memberi lebih, sebaiknya tidak membuat masyarakat menjadi semakin susah," ungkap Sopandi. sumber: (halloriu).

Demikian informasi yang bisa kami bagikan kepada semua rekan pembaca setia Infoguru semoga bermanfaat, jangan lupa simak informasi terbaru lainya di bawah ini.

0 Response to "Gaji Honorer Tamatan SMA Rp600 Ribu, Apa Honorer Disuruh Makan Nasi dan Garam?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel