Rencana Tarif Pajak Orang Kaya Indonesia Naik, Sri Mulyani: Kenaikan Tidak Terlalu Besar




Tarif Pajak Penghasilan (PPh) akan dinaikan untuk penghasilan pribadi orang di atas Rp5 miliar pertahun.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, namun belum diketahui kapan waktu pastinya.

Sehingga, pajak akan menyasar orang kaya di Indonesia dengan mencapai kenaikan 35 persen.

Meski begitu, Menkeu Sri Mulyani memastikan jumlah wajib pajak yang kena tarif PPh baru ini hanya sedikit.

"Untuk high wealth individual itu, kenaikan tidak terlalu besar dari 30 persen menjadi 35 persen, untuk mereka yang pendapatannya di atas Rp5 miliar pertahun," kata Sri Mulyani dalam rapat di Gedung DPR/MPR secara virtual, pada Senin, 24 Mei 2021 lalu.

"Itu hanya sedikit sekali orang Indonesia yang masuk dalam kelompok tersebut," sambung Sri Mulyani.

Sebagai catatan, lembaga konsultan properti Knight Frank mengkatagorikan orang yang masuk kategori high net worth individual.

Ialah mereka yang memiliki kekayaan bersih di atas U$$ 1 juta atau sekitar Rp14 miliar (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS).

Sementara itu, kebanyakan masyarakat Indonesia justru menjadi wajib pajak yang tidak berubah tarif pajaknya.

Sehingga, kata dia, wajib pajak dengan penghasilan sampai dengan Rp50 juta akan dikenakan tarif PPh 5 persen.

Lalu, penghasila di atas Rp50 juta sampai Rp250 juta dikenakan tarif 15 persen. Kemudian, penghasilan di atas Rp250 juta-Rp500 juta dipungut pajak dengan tarif 25 persen.

Kemudian, yang berpenghasilan di atas Rp500 juga- di bawah Rp5 miliar dikenakan tarif pajak 30 persen.

Ketentuan ini tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentan Pajang Penghasilan.***


Sumber : pikiran-rakyat.com

0 Response to "Rencana Tarif Pajak Orang Kaya Indonesia Naik, Sri Mulyani: Kenaikan Tidak Terlalu Besar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel