Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Ibu 3 Anak Menanti Pencairan Bansos Tunai Rp600.000







Harapan masyarakat sangat besar agar pemerintah segera mencairkan bansos tunai Rp300.000. Untuk bulan ini, bansos tunai akan cair dirapel dua bulan Mei dan Juni 2021, sehingga masyarakat dapat Rp600.000

Karena masih banyak golongan masyarakat yang menjadi sangat sulit akibat pandemi covid-19. Larangan untuk mobilisasi membuat beberapa sektor ekonomi lumpuh dan PHK di mana-mana.

Kesulitan hidup ini seperti yang dialami Ketut. Ibu beranak tiga yang tinggal di Jalan Kapten Japa, Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali. Biasanya Ketut mengandalkan suaminya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun sejak pandemi melumpuhkan sektor pariwisata, dampaknya langsung dirasakan keluarga Ketut. Suaminya sudah satu setengah tahun tidak bekerja kembali karena kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebelumnya, suaminya bekerja di sebuah restoran, namun tutup karena terdampak pandemi Covid-19. Persis mulai Maret tahun lalu suaminya kena PHK akibat tamu-tamu ke Bali sepi.

Namun Ketut terpilih untuk mendapatkan bansos tunai dari pemerintah. Bansos tunai senilai Rp300.000 dari Kementerian Sosial (Kemensos), disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) setiap bulan.

Dirinya mendapat info dari kepala desa bahwa mendapatkan bantuan BST. Segera dia kumpulkan KTP, KK, dan prosesnya berlangsung cepat.

Setelah bantuan cair, dia langsung membeli beras. Ketut pertama kali mendapatkan bansos tunai sebesar Rp600 ribu atau dirapel dua bulan.

Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya bansos tunai, dia tidak pusing untuk menghidupi ketiga anaknya.

Sepanjang tahun ini, dirinya terakhir kali mendapatkan bansos tunai pada April lalu. Setelah itu, bansos sempat diumumkan tidak akan dilanjutkan lagi. Namun, pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang selama dua bulan. Sayangnya, bansos tunai itu belum kunjung cair karena masih dibahas oleh pemerintah.

Padahal, Ketut bersama KPM lainnya sudah menantikan bantuan tersebut. Kesulitan memenuhi kebutuhan hidup selama dua bulan sangat terasa.

"Kami belum menerima juga. Masih menunggu," ujar Ketut.

Ketut memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mensos Tri Rismaharini untuk segera mencairkan BST tersebut. Pemenuhan kebutuhan untuk bertahan hidup, dirasanya sudah sangat mendesak. Ditambah, situasi di Bali yang masih belum normal.

"Pak Jokowi dan ibu Mensos. Saya butuh sekali bantuan bapak untuk segera mencairkan BST. Warga Bali sudah enggak ada pemasukan ekonomi. Sepi Sekali. Tolonglah pak," katanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari kembali mengingatkan masyarakat bahwa bansos tunai belum dapat dipastikan cair di tanggal 1 Juni 2021. Tapi dia memastikan pencairan akan dilakukan di bulan Juni.


Sumber : economy.okezone,com

Post a Comment for "Kisah Ibu 3 Anak Menanti Pencairan Bansos Tunai Rp600.000"