Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dilarang Terbang karena Syarat Tak Lengkap, Gebby Vesta Ngamuk di Bandara: Vaksin, PCR Gak Ada Guna!



Lama tak muncul di layar kaca, nama Gebby Vesta baru-baru ini kembali menjadi sorotan.

Bagaimana tidak, mengaku tak tahu aturan terbaru, Gebby Vesta terlihat ngamuk manakala dirinya tak boleh menaiki pesawat.

Padahal diakui Gebby Vesta dirinya saat itu sudah melakukan PCR dan melakukan vaksin untuk berangkat ke kota tujuannya.

Namun, Gebby Vesta malah dilarang terbang, lantaran dirinya tak memiliki surat dinas atau surat izin dari RT.

Gebby Vesta pun langsung naik pitam, ia bahkan sempat adu argumen dengan petugas yang ada di bandara.

Melihat kemarahan Gebby Vesta yang meledak, ia pun nyaris akan dipolisikan.

Kejadian itu tampak diungkap Gebby Vesta di Instagram pribadinya.



Lantaran merasa kecewa dengan pelayanan bandara, Gebby Vesta lantas mempertanyakan fungsi PCR dan Vaksin yang telah dijalaninya.

"Vaksin nggak guna!!! PCR nggak guna!!! So jangan vaksin jangan PCR jangan terbang genk lucunya negeri ini," tulis Gebby dalam akun Instagramnya.

"Data udah lengkap ada lagi syarat terbang harus ada surat dinas dan izin RT RW udah kaya mau nikahan yang dimana nggak ada update apapun tentang peraturan baru yang katanya baru aja di berlakukan," sambungnya dengan begitu emosi.

Gebby juga mengaku sempat ditegur petugas berseragam karena tidak update peraturan.

Namun ia malah menyalahkan sang petugas.

"Mas nya pakai seragam orang nanya baik-baik eh dia nyolot bilang 'siapa suruh nggak update'.

Lucu kalian membunuh pelan-pelan sesama rakyat kalian sendiri," ujar Gebby.

Kemarahan Gebby semakin meluap saat tahu temanya yang dari luar negeri dan tenaga kerja asing malah diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Ia pun menyindir soal Covid-19 yang dibisniskan.

"Orang dari luar negeri lolos, nggak perlu surat pengantar.

Orang Indonesia dipersulit. Gunanya vaksin buat apa," bentak Gebby pada petugas.

"Tidak punya otak," sindir sang petugas pada Gebby.

"Ibu yang ngak punya otak. Mempersulit negara tahu nggak?

Sekarang negara itu sudah susah, jangan dibuat susah lagi tahu nggak?

Syaratnya udah ada PCR, hidung kita dicolok-colok. Kita udah vaksin sampai demam-demam," balas Gebby dengan emosi.

Sang ibu sempat mengancam akan mempolisikan Gebby jika terus mengamuk.

Namun hal itu malah membuat Gebby kian gusar.

"Polisi polisi silahkan. Lucuuuuuu kita nggak boleh bersuara diancam di polisikan guys bisnis oh bisnis.

Covid jadi bisnis," sindir Gebby.



Sementara itu di postingan lainnya, Gebby Vesta mengaku sama sekali tak mengetahui aturan baru untuk penerbangan.

Sedangkan oknum yang ditanyai itu malah meminta dirinya buat nonton TV dan baca berita online.

"Lah emang orang bangun tidur harus langsung buka Google buat cari berita covid?" ujar Gebby Vesta.

Sampai akhirnya, Gebby Vesta diarahkan ke counter untuk dilakukan pengecekan.

Lagi-lagi dia tidak diizinkan terbang lantaran tidak mempunyai surat jalan dari RT dan RW.

Keadaan juga semakin panas saat salah satu anggota TNI datang.

Pasalnya anggota itu mempermasalahkan KTP-nya yang dari Kalimantan.

"Gunanya KTP elektronik itu ya kita cuma punya 1 id aja dari kota/daerah yang kita lahir atau kita buat itu id," terang Gebby Vesta.

Emosi Gebby Vesta semakin tersulut saat counter di sebelahnya memberikan stempel izin terbang kepada seorang warga negara asing dari Amerika Serikat dengan mudah.

Padahal bule itu hanya menyertakan hasil tes PCR.

"Pas aku liat tuh bule cuma kasi Pasport dan surat PCR (Nggak ada surat vaksin atau RT RW karena nggak tau di americaaa ada RT RW nggak," katanya.

"Itu yang buat aku marah dan tanya kartu vaksin gunanya buat apa?

PCR mahal-mahal (lebih mahal dari harga tiket) dan di colok-colok buat apa?

Eh aku dibilang “IBU NGGAK PUNYA OTAK” Kalau ekeu nggak punya otak ekeu nggak hidup dong ya kan," sambungnya lagi.

Hingga kini belum diketahui lagi kelanjutan dari kasus Gebby Vesta ini.


sumber : palembang.tribunnews 

Post a Comment for "Dilarang Terbang karena Syarat Tak Lengkap, Gebby Vesta Ngamuk di Bandara: Vaksin, PCR Gak Ada Guna!"