Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Maia Estianty Idap Penyakit Kulit Ini, Ibu Al El Dul Sebut Tak Bisa Disembuhkan

 


Musisi Maia Estianty ternyata mengidap penyakit kulit langka. Bahkan, istri Irwan Mussry itu menyebutnya tak bisa disembuhkan.

Ibu Al Ghazali, El Rumi dan Dul Jaelani itu mengakuinya ketika akan melakukan perawatan di klinik kecantikan miliknya.

Penyakit langka yang diidap Maia Estianty itu disebut rosacea. Hal ini membuat kulit wajahnya kerap kali terlihat memerah.

Hal ini seperti yang dikutip dari kanal YouTube MAIA ALELDUL TV yang diunggah 14 September 2021.


Kala itu, Maia Estianty bertemu dengan dr Herna dan curhat soal masalahnya.

“Problem ku tuh kan banyak ya,” kata Maia Estianty.

Mendengar apa yang dikatakan Maia Estianty, dr. Herna yang rutin merawat istri Irwan Mussry tersebut hanya tersenyum dan membenarkan.

“Guys aku punya tuh punya penyakit rosacea. Rosacea itu penyakit kulit yang selalu merah dan susah disembuhkan,” kata Maia Estianty.

Bahkan karena hal tersebut, Maia Estianty memutuskan untuk memiliki klinik kecantikan.

“Makanya alasannya punya klinik dan punya dokter, adalah untuk merawat supaya tetep kelihatan fresh dan muda,” tutur Maia Estianty.

Maia Estianty sengaja melakukan perawatan, sebagai salah satu upaya yang dia persiapkan sebelum berangkat ke Amerika.

Maia Estianty juga mengatakan, penyakit rosacea bahkan tidak bisa disembuhkan.

“Nah itu susah disembuhin, bahkan mungkin nggak bisa disembuhin. Bawaan genetik,” ujar Maia Estianty.

Karena penyakit rosacea tersebut, Maia Estianty kerap kali melakukan perawatan ke klinik.

“Makanya aku sering-sering ke klinik karena aku juga butuh treatment (perawatan) itu, supaya nggak terlalu merah kulitnya,” kata Maia Estianty.

Maia Estianty juga menambahkan, kulitnya akan cepat sekali menjadi merah ketika terjadi perubahan suhu.

“Panas sedikit merah, kena dingin dikit merah, kena apa dikit merah,” kata Maia Estianty, melanjutkan.

Lantas Apa Itu Penyakit Rosacea?

Dikutip hellosehat, Rosacea adalah penyakit kulit yang ditandai dengan peradangan berupa ruam kemerahan pada wajah. Ruam kemerahan biasa tampak di area hidung, dagu, pipi dan dahi.

Seiring berjalannya waktu, kulit akan semakin merah dan pembuluh darah akan semakin terlihat jelas.

Terkadang, wajah juga dipenuhi dengan benjolan kecil, merah, dan berisi nanah.

Namun, bintil akibat rosacea berbeda dengan jerawat atau reaksi alergi.

Rosacea memang tidak bisa disembuhkan, tapi merupakan jenis penyakit kulit yang tidak menular. Perawatan yang tepat membantu mengendalikan dan mengurangi tanda serta gejalanya.

Seberapa umumkah rosacea?

Rosacea bisa terjadi pada siapa saja. Akan tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita paruh baya dan orang berkulit putih.

Orang-orang yang memiliki ras kaukasia lebih berisiko menderita penyakit kulit yang satu ini. Namun, penyakit ini bisa diturunkan risikonya dengan mengurangi hal-hal yang bisa memicu kemunculannya.

Tanda dan gejala rosacea

Gejala khas dari penyakit ini adalah ruam kulit kemerahan pada wajah yang tak kunjung hilang, terutama di bagian tengah. Memang, kemerahan dapat hilang dan timbul kembali, tetapi hal ini sering menjadi gejala awalnya.

Tak seperti masalah kulit lainnya, kemerahan pada kulit biasanya tak kunjung hilang setelah berhari-hari atau berminggu-minggu. Bisa jadi kemerahan ini justru semakin menjadi-jadi.

Selain itu, tanda lain bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda bergantung pada jenis rosacea yang Anda alami. Berikut gejala sesuai dengan jenis penyakitnya.

Erythematotelangiectatic

Rosacea jenis erythematotelangiectatic ditandai dengan terlihatnya pembuluh darah kecil pada wajah. Gejala lainnya meliputi:

- kulit membengkak,
- kulit menjadi lebih sensitif, terasa perih dan seperti terbakar,
- kulit kering, kasar, atau bersisik, serta
dapat merona lebih mudah dibandingkan kulit normal.

Papulopustular

Ciri utama rosacea papulopustular adalah munculnya bintik-bintik seperti jerawat yang berwarna merah. Tanda-tanda lainnya adalah:

- jerawat yang datang dan pergi,
- kulit berminyak,
- kulit menjadi lebih sensitif,
- terasa perih dan seperti terbakar,
- pembuluh darah terlihat pada wajah, serta
- munculnya bercak kulit menonjol serupa plak.

Phymatous

Rosacea jenis phymatous cukup jarang terjadi. Biasanya orang-orang yang mengalami rosacea phymatous sering memiliki gejala serupa dengan jenis rosacea lainnya. Tandanya lainnya meliputi:

- tekstur tipe kulit yang tidak rata,
- penebalan kulit, terutama pada bagian hidung (rinofima) juga dagu, dahi, dan telinga,
- pembuluh darah yang terlihat,
- pori-pori nampak besar, serta
- kulit berminyak.

Ocular

Terkadang rosacea juga bisa menyerang mata atau disebut dengan rosacea ocular. Gejalanya bisa menyerang salah satu mata atau bahkan dua-duanya sekaligus. Gejalanya adalah:

- mata merah dan berair,
- sering terasa seperti ada pasir pada mata,
- mata terasa terbakar atau perih,
- mata kering dan gatal,
- mata sensitif terhadap cahaya,
- penglihatan kabur atau tidak sebaik sebelumnya,
- pembuluh darah pecah yang terlihat di kelopak mata, serta
- munculnya kista di kelopak mata.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter karena rosacea?

Jika Anda memiliki tanda-tanda seperti yang telah disebutkan, konsultasikanlah dengan dokter spesialis kulit. Terutama jika kulit mengalami kemerahan yang tak kunjung hilang.

Diagnosis dini membantu mencegah keparahan penyakit dan mengendalikan kondisinya.

Penyebab dan faktor risiko rosacea

Dilansir dari American Academy of Dermatology, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab rosacea. Namun, di bawah ini adalah beberapa hal yang diduga kuat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit kulit ini.

Rosacea adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga. Banyak orang terkena penyakit ini karena memiliki anggota keluarga dengan rosacea. Oleh karena itu, faktor genetik diduga kuat berperan menyebabkan rosacea.

Bakteri Helicobacer pylori

Helicobacter pylori merupakan bakteri yang ditemukan di usus untuk merangsang produksi bradykinin. Bradykinin adalah polipeptida kecil yang diduga menyebabkan pembuluh darah melebar.

Para ahli menyarankan bahwa bakteri ini mungkin berkontribusi dalam mengembangkan rosacea.

Tungau mikroskopis

Demodex folliculorum merupakan tungau mikroskopis yang hidup di kulit manusia dan biasanya tidak menimbulkan masalah.

Namun, orang dengan rosacea memiliki jumlah tungau yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang lainnya.

Akan tetapi, tidak diketahui pasti apakah tungau menyebabkan rosacea atau penyakit inilah yang memicu jumlah tungau.

Protein tubuh

Cathelicidin merupakan protein di dalam tubuh yang biasanya melindungi kulit dari infeksi. Sayangnya, cathelicidin juga bisa menyebabkan kemerahan dan pembengkakan.

Bagaimana tubuh memproses protein ini bisa menentukan apakah seseorang bisa terkena rosacea atau tidak.

Apa yang meningkatkan risiko untuk terkena rosacea?

Berikut berbagai hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kulit ini.

Jenis kelamin, wanita lebih berisiko dibandingkan dengan laki-laki

- Berkulit putih
- Berusia 30 – 60 tahun
- Memiliki riwayat keluarga dengan rosacea
- Penyakit ini juga dapat diperburuk oleh hal dan zat tertentu. Umumnya rosacea bisa muncul saat Anda melakukan atau mengonsumsi sesuatu yang meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit.

Berbagai faktor yang bisa memicu atau memperburuk rosacea meliputi:

- makanan atau minuman panas,
- makanan pedas,
- alkohol,
- suhu yang ekstrem,
- sinar matahari atau angin,
- emosi (stres, kecemasan, marah, rasa malu),
- olahraga terlalu keras,
- kosmetik,
- mandi air panas atau sauna, serta
- obat yang melebarkan pembuluh darah.

Sumber: banjarmasin.tribunnews 

Post a Comment for "Maia Estianty Idap Penyakit Kulit Ini, Ibu Al El Dul Sebut Tak Bisa Disembuhkan"