Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Nadiem Renovasi Ruang Kerja Rp5 M, PKB Ingatkan Banyak Siswa Tak Bisa Ikut PPJ

Informasiguru_Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi Nadiem Makarim yang berencana merenovasi ruang kerja dengan total biaya Rp5 miliar lebih. Anggota DPR Fraksi PKB, Luqman Hakim Al-Jambi menyebut renovasi bukanlah hal mendesak lantaran ruangan kerja Nadiem masih layak digunakan.

"Dari beberapa teman di Kemendikbud, saya mendapatkan informasi bahwa ruang kerja Menteri Nadiem masih layak pakai sebagai ruang kerja menteri. Sehingga, sebetulnya tidak mendesak betul untuk dilakukan renovasi dengan anggaran yang besar," katanya, Jumat (10/9).

Menurutnya, renovasi ruangan itu menunjukkan Nadiem tidak memiliki empati terhadap keadaan masyarakat yang mengalami banyak kesulitan akibat bencana pandemi Covid-19. Di sektor pendidikan, kata dia, masih banyak masyarakat yang kesulitan membeli data internet untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Bahkan data UNICEF 2020 menunjukkan sekitar 30 persen dari jumlah siswa tidak dapat mengikuti PJJ akibat tidak ada infrastruktur internet di berbagai daerah," ujarnya.

Dia bilang, dari pada digunakan mempercantik ruangan menteri dengan anggaran Rp5 miliar, lebih baik dana tersebut dimanfaatkan untuk memfasilitasi pembukaan akses internet bagi siswa-siswa atau untuk menambah bantuan pembelian kuota internet siswa kurang mampu.

"Juga lebih bermanfaat jika gunakan membangun sekolah-sekolah yang nyaris roboh di berbagi daerah. Karena itu, sangat disayangkan jika Menteri Nadiem tidak memiliki kepekaan dalam mengalokasikan anggaran di kementerian yang dipimpinnya," ucapnya.

Luqman menilai Nadiem tidak berhasil menciptakan terobosan canggih atau mengatasi masalah pendidikan di masa pandemi Covid-19. Bila hanya mengganti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan PJJ, maka menteri yang tidak ahli teknologi informasi pasti juga bisa mengurusnya. Terlebih, mayoritas PJJ tidak bersifat interaktif antara siswa dan guru.

"Saya sangat khawatir, ketidak mampuan Kemendikbud menciptakan terobosan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi saat ini, akan menimbulkan masalah besar bangsa kita di masa depan, yakni terbentuknya lapisan puluhan juta generasi bangsa tak berpendidikan," tuturnya.

Menurut dia, Presiden dan masyarakat berharap besar dengan kompetensi Menteri Nadiem di bidang teknologi informasi akan mampu menciptakan berbagai terobosan memajukan kehidupan pendidikan rakyat. Terutama di masa pandemi covid-19 dengan memaksimalkan teknologi informasi.

"Jika malah sibuk dengan hal-hal remeh temeh, seperti renovasi ruang kerja menteri ini, maka ibarat seorang pelawak yang diberi panggung untuk melawak, ternyata setelah ditunggu sekian lama tidak ada lucunya sama sekali. Tentu pemilik hajat yang menyewa si pelawak dan penonton pun, kecewa berat," pungkasnya

Sementara, Plt Karo BKHM Kemendikbudristek, Anang Ristanto mengatakan, ruang kerja Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim sudah lama tidak direnovasi. Ini menjadi salah satu alasan Kemendikbudristek berencana merenovasi ruang kerja Nadiem dengan total biaya Rp5 miliar lebih.

"Renovasi pada ruangan kerja menteri dan para staf ahli sudah lama tidak dilakukan," kata Anang, Jumat (10/9).

Dia menjelaskan, berdasarkan data Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, renovasi pada lingkungan Gedung A Kemendikbudristek terakhir kali dilakukan pada tahun 2016. Saat itu, renovasi dilakukan untuk memperbaiki ruangan perpustakaan yang berada di lantai 1.

Sementara pada tahun 2019, Kemendikbudristek hanya melakukan pembongkaran relief di Plaza Insan Berprestasi.

Anang menegaskan, renovasi yang dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021. Perpres ini mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, renovasi pada lingkungan Gedung A Kemendikbudristek terakhir kali dilakukan pada tahun 2016. Saat itu, renovasi dilakukan untuk memperbaiki ruangan perpustakaan yang berada di lantai 1.

Sementara pada tahun 2019, Kemendikbudristek hanya melakukan pembongkaran relief di Plaza Insan Berprestasi.

Anang menegaskan, renovasi yang dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021. Perpres ini mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Perpres ini mengharuskan terjadinya perubahan struktur organisasi dan penambahan pimpinan tinggi madya atau pejabat eselon I staf ahli menteri sebanyak 5 orang. Renovasi kali ini dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja staf khusus menteri, serta ruangan menteri.

"Selain itu, urgensi penataan ruangan di lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek adalah untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan," tegasnya.

Diberitakan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berencana merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Total biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp5 miliar lebih.

Hal itu terungkap dari lpse.kemdikbud.go.id. Dari situs itu disebutkan penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp 6.500.000.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 5.391.858.505. Satuan kerja dalam hal ini adalah biro umum dan pengadaan barang dan jasa.

merdeka.com juga mendapat file PDF mengenai rencana renovasi ruang menteri. Di PDF 6 halaman tersebut, tertulis bagian ruangan yang akan di renovasi. Di antaranya ruang private atau ruang Nadiem, semi private, ruang public dan service.


Sumber : Merdeka.com

Demikian informasi ini semoga bermanfaat, silahkan simak informasi lainnya dibawah ini.

Post a Comment for "Nadiem Renovasi Ruang Kerja Rp5 M, PKB Ingatkan Banyak Siswa Tak Bisa Ikut PPJ"