Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alami Lumpuh Otak, Naja Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Kini Target Hafal Sejuta Hadis




Naja, salah satu peserta Hafidz Indonesia 2019 yang ditayangkan RCTI tiap hari di Bulan Ramadan benar-benar memberikan inspirasi terutama bagi anak-anak Muslim Indonesia.

Betapa tidak, Naja yang divonis menderita lumpuh otak atau cerebral palsy mampu menghafal Alquran 30 juz hanya dalam waktu 10 bulan. Di tengah keterbatasan fisiknya, Naja juga mampu mengetahui halaman dan jumlah ayat dan surat Alquran.

Keajaiban yang dialami Naja bahkan membuat para juri Hafiz Quran, seperti Habib Nabiel Al Musawwa dan Abi Amir pun tak sungkan mencium tangan hafiz cilik berusia 9 tahun itu. Naja merupakan putra pertama dari tiga bersaudara.

Anak dari pasangan Agusfian Hidyatullah dan Dahlia Andayani, Warga Gomong Lama, Kelurahan Gomong, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ibunda Naja, Dahlia Andayani menuturkan, Naja lahir prematur dan beberapa bulan setelah lahir divonis menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak.

“Naja lahir cesar. Waktu itu, ketuban pecah di dalam perut sehingga harus dioperasi,” tutur Dahlia, Senin (20/5/2019).

Dahlia mengakui sejak dalam kandungan memang ada masalah. “Dari saya sendiri khususnya, waktu itu saya sering ngeflek.

Saya sering diminta bedrest sama dokter karena kandungan saya lemah,” katanya. Setelah lahir, kata dia, Naja pun harus menjalani terapi dan perawatan medis rutin bahkan hingga ke Solo, Jawa Tengah.

“Ya, sempat pisah dulu sama ayahnya karena harus dirawat di Solo. Waktu itu umur enam bulan,” ucapnya.

Dahlia mengaku sempat shock begitu mengetahui Naja mengalami cerebral palsy. Otak Naja pun tidak berfungsi maksimal.

Naja juga tidak bisa berjalan bahkan untuk makan memerlukan bantuan.

Naja tidak bisa melakuan aktivitas fisik dengan sempurna, namun bisa berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

“Secara keseluruhan aktivitas harus dibantu mulai dari makan, pakai baju, mandi.

Kecuali berhubungan dengan kognitif dia bisa. Naja tidak bisa mengendalikan motorik, tidak bisa terkontrol.

Otaknya disebut lumpuh, tapi memorinya kuat sekali bisa menghafal Alquran,” ujarnya. Dia mejelaskan, Naja mulai dikenalkan Alquran dengan memperdengarkan bacaan murottal sejak usia enam bulan.

Namun jauh sebelum itu sejak di dalam kandungan sudah sering diperdengarkan bacaan ayat-ayat suci Alquran.

“Sejak dalam kandungan, kami sering undang santri untuk khataman Alquran. Saya biasanya minum air yang sudah dibacain Quran. Jadi, dia sudah akrab sekali dengan ayat-ayat Alquran,” katanya.

“Naja mulai belajar menghafal hadis tahun lalu. Alhamdulillah sekarang sudah hafal 800 hadis. Dia ingin bisa menghafal 1 juta hadis,” ujar ibunda Naja, Dahlia Andayani, via zoom meeting, Jumat (16/4).

Dahlia lantas berkisah, menjadikan Naja seorang hafiz bukanlah keinginannya maupun sang suami. Dahlia hanya ingin Naja menjadi anak yang saleh karena itu sejak di dalam kandungan Naja sudah diperdengarkan murotal Al-Qur’an. Bahkan saat Dahlia hamil Naja 4 bulan, dia mengundang anak yatim maupun tetangga untuk khataman Al-Qur’an.

Naja merupakan putra sulung Dahlia, tak heran jika kelahiran Naja disambut gembira keluarga. Namun takdir berkata lain, Naja harus lahir prematur saat kandungan sang ibu baru berusia 27 minggu. Kelahiran prematur ini menyebabkan Naja sempat koma dan harus dirawat di ruangan NICU rumah sakit selama 12 hari.

“Di NICU Naja kritis, hingga saya berinisiatif untuk memperdengarkan dia murotal Al-Qur’an selama di NICU. Tentu itu sudah dengan persetujuan medis. Jadilah selama di NICU, Naja tak pernah lepas dari murotal Al-Quran,” jelas Dahlia.

Atas izin Allah, kondisi Naja berangsur membaik sehingga diizinkan pulang. Namun saat di rumah, Naja terus-terusan rewel. Kondisi ini memaksa Naja harus kembali menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tak ada hal medis yang diderita Naja.

“Kata dokter, Naja baik-baik saja. Tapi dia sering rewel, seperti membutuhkan sesuatu. Akhirnya saya ingat kalau Naja kan nggak pernah lepas dari murotal Al-Quran selama di NICU. Nah pas di rumah kita coba perdengarkan Naja murotal, Alhamdulillah dia mulai tenang tidak rewel lagi,” kisah Dahlia.

Namun karena kelahiran prematur, Naja mengalami celebral palsy. Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh.

Mengetahui kondisi Naja yang celebral palsy, Dahlia dan sang suami berusaha ikhlas menerimanya. Dengan telaten keduanya melakukan terapi pada Naja, dan tentunya dibarengi pula dengan memperdengarkan Naja murotal Al-Qur’an.

Seiring berjalannya waktu, kondisi Naja terus membaik meski dalam kesehariannya Naja harus duduk di kursi roda. Hingga di usianya yang menginjak 5 tahun, Naja mulai termotivasi menjadi hafiz.

“Naja ingin jadi hafiz setelah bertemu dengan hafiz celebral palsy dari Bandung. Dari situ Naja mulai belajar hafalan Al-Qur’an,” ujar ibu tiga anak ini.

Karena keterbatasan fisik yang dimiliki, Dahlia tak terlalu memforsir Naja untuk belajar hafalan Al-Qur’an. Awalnya Dahlia hanya memperdengarkan murotal per halaman setiap harinya kepada Naja. Di luar dugaan Dahlia, ternyata Naja cukup cepat menghafal Al-Qur’an sehingga dia menambah porsi hafalan Naja menjadi 6 halaman setiap harinya.

“Naja sangat luar biasa dalam hafalan Al-Qur’an, tapi dia kesulitan jika harus membaca. Ngomong juga Naja masih susah, dan itu terjadi sampai sekarang,” tukas Dahlia.

Untuk memperdalam ilmu agamanya, lanjut Dahlia, Naja ingin belajar di Madinah yang menjadi kota kelahiran Nabi Muhammad. Mengetahui keinginan Naja, Dahlia tak punya pilihan selain mendukungnya.

“Naja sangat ingin ke Madinah, tapi mungkin nanti tunggu dia sudah dewasa,” imbuhnya.

Dahlia pun berpesan kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk tidak berkecil hati. Akan ada keistimewaan lainnya yang dimiliki sang buah hati.

“Jangan berkecil hati, dukung selalu apa yang menjadi keinginan anak selama itu baik buat mereka. Dan yang perlu diingat adalah selalu fokus dalam mengerjakan sesuatu,” pungkasnya.


Sumber : kumparan.com

Post a Comment for "Alami Lumpuh Otak, Naja Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Kini Target Hafal Sejuta Hadis"